![]() |
| Dengan Mentjelengken Wang Kau terloepoet Dari Kesoesahan |
Thursday, 6 October 2011
Mentjelengken Wang
Bill Gates saat bertemu Tuhan
Diduga Bill
Gates itu seorang Alien. Tehnologi Komputer sepantasnya hadir 100 tahun lagi,
namun entah mengapa ia terdampar di jaman ini ini.
Namun,
setelah sekian lama Bill Gates "mencerdasakan dunia," ia meninggal
dunia dalam sebuah kecelakaan. Ia mendapatkan dirinya berada di sebuah tempat
api penyucian (dosa).
Tuhan berada
di sana dan berkata, "Baiklah, Bill, Saya benar-benar bingung dengan
panggilan ini. Saya tidak begitu yakin, apakah saya harus mengirimkan kamu ke
neraka atau ke surga. Karena saya lihat, kamu sudah membantu masyarakat dengan
meletakkan komputer di setiap rumah hampir di seluruh dunia dan software yang
sangat menakjubkan itu. Akan saya perbuat sesuatu yang belum pernah saya
lakukan sebelumnya. Khusus untuk kasus ini, saya akan memberikan kebebasan
kepadamu untuk memutuskan dimana kamu ingin tinggal."
Bill
menjawab, "Baik, terima kasih Tuhan. Tapi apa bedanya antara surga dan
neraka itu?
Tuhan
berkata, "Saya mengijinkan kamu untuk mengunjungi keduanya dahulu supaya kamu
lebih mudah mengambil keputusan".
"Oke.
Kalau begitu, saya coba melihat neraka dulu." Kemudian Bill pergi ke
neraka. Ternyata ia melihat bahwa neraka merupakan tempat yang sangat indah,
bersih dengan pantai pasir putihnya disertai air yang bening. Dan terdapat
ribuan wanita cantik yang berlarian, berenang, bermain air, tertawa riang
gembira. Matahari pun bersinar cerah dengan suasana yang sejuk dan nyaman,
sempurna sekali.
Bill tampak
sangat senang. "Wow, luar biasa!!! Indah sekali di sana!!", katanya
kepada Tuhan, "Kalau neraka saja seperti itu, saya ingin sekali melihat
surga!"
"Baik,"
kata Tuhan. Segera mereka pergi ke surga untuk melihat suasana di sana. Bill
melihat surga yang berada di tempat tinggi dengan diliputi awan2x.
Berlaksa-laksa malaikat sedang bermain harpa dan bernyanyi.
Dia merasa
damai melihat suasana di surga tapi dia tidak tampak bergairah seperti ketika
melihat neraka.
Bill
berfikir sejenak, dan akhirnya mengambil keputusan. "Hmm, saya pikir...
saya akan betah tinggal di neraka, Tuhan." Dia berkata kepada Tuhan.
"Baiklah, kalau begitu," jawab Tuhan, "sesuai dengan
keinginanmu."
Kemudian
Bill Gates pergi dan tinggal di neraka. Dua minggu kemudian, Tuhan ingin
melihat keadaan sang Jutawan, Bill Gates, ini untuk memastikan keadaannya
baik2x saja dan apa yang sedang dilakukan. Ketika Tuhan sampai di neraka, Ia
menemukan Bill sedang berada di lorong yang gelap dan berteriak di tengah2x api
yang menyala-nyala. Ia merasa terbakar dan tersiksa.
"Bagaimana
keadaanmu, Bill?", Tuhan bertanya. Bill menjawab dengan suara yang berat,
penuh penderitaan dan tak berpengharapan.
"Sangat
mengerikan, Tuhan. Ini tidak sama seperti apa yang saya lihat kemarin. Dimana
pantai berpasir putih, wanita2x cantik yang dulu ada di sini itu?? Apa yang
terjadi Tuhan??"
Tuhan
berkata, "Oh Itu kan hanya screen saver milik setan, Bill!"
Ketika Leopold Singgah di Jawa
Kedatangannya ke Jawa tahun 1923 memberinya kesan mendalam.
Komposer Rusia sekaligus pianis legendaris (dan juga penemu Kodachrome untuk
dunia Fotografi), Leopold Godowsky, berkata :
“Masuk ke Tanah Jawa membuat kita seolah-olah berada di
dunia lain, atau sekelibat melihat dunia yang immortal. Musiknya sangat
mengagumkan. Sulit menjelaskan kekaguman ini, sama sulitnya seperti berusaha
menjelaskan warna pada seorang tunanetra.”
Dengan mengusung aransemen alat musik piano, beliau
menciptakan beberapa deretan (suite) instrumen lagu untuk mendeskripsikan
kenangannya selama singgah di pulau Jawa itu. Dan di tahun 1924 karya-karyanya
mulai diperkenalkan yang diberi nama: "Java Suite: Phonoramas, Tonal
Journeys for piano".
Hingga saat ini, karya beliau itu masih diakui di kalangan
musisi klasik Barat. Silahkan mendengarkan pada beberapa list streaming berikut
ini :
Java Suite :
1. Java Suite I - Gamelan
2. Java Suite - II. Wayang-Purwa
3. Java Suite - III. Hari Besaar
4. Java Suite - IV. Chattering Monkeys
5. Java Suite - V. Boro Bodur in Moonlight
6. Java Suite - VI. The Bromo Volcano
7. Java Suite - VII. Three Dances
8. Java Suite - VIII. The Gardens of Buitenzorg
9. Java Suite - IX. In the Streets of Old Batavia
10. Java Suite - X. In the Kraton
11. Java Suite - XI. The Ruined Water Castle at Djokja
12. Java Suite - XII. A Court Pageant in Solo
Info album klik.
Sumber : Rând Zên.
Malaria, sebuah nama yang keliru
Sesuatu yang keliru yang akhirnya kita sepakati untuk tetap
dipakai, baik orang awam maupun ilmuwan.
Nama penyakit malaria berasal dari bahasa Latin yang bermakna
: udara buruk. Penyakit fatal ini terlanjur diberi nama demikian karena semula
diduga penyebabnya adalah lingkungan udara yang buruk/kotor. Lalu Perancis dan
Spanyol, malaria dikenal dengan nama “paladisme atau paludismo“, yang berarti
daerah rawa atau payau karena penyakit ini banyak ditemukan di daerah pinggiran
pantai.
Sejarah perkembangan malaria hampir sama tuanya dengan
sejarah kehadiran manusia di muka bumi. Para ahli memperkirakan bahwa malaria
kemungkinan berawal dari Afrika sekitar 12.000 – 17.000 tahun yang lalu. Dari
benua ini, malaria kemudian menyebar ke seluruh dunia, terutama di daerah
tropis, sejalan dengan sejarah dimulai penjelajahan umat manusia menemukan dan
menaklukkan daerah-daerah baru, perdagangan serta sejarah penjualan budak-budak
Afrika pada zaman dulu ke Amerika dan daerah-daerah lainnya. Malaria juga sudah
dikenal oleh para dokter pada zaman China kuno sekitar tahun 2700 sebelum
masehi.
Pertanyaan sekitar penyebab penyakit malaria akhirnya dijawab
oleh Ronald Ross, seorang dokter militer Inggris yang bertugas di India pada
tahun 1897. Ross berhasil membuktikan bahwa ternyata malaria tidak disebabkan
oleh udara kotor tetapi akibat gigitan nyamuk anopheles. Secara teoritis, cukup
hanya dengan satu kali gigitan nyamuk anophles seseorang sudah bisa terjangkit
malaria, jika nyamuk ini mengadung parasite malaria. Berkat penemuannya, Ross
akhirnya memenangkan hadiah Nobel.
Namun nama keliru itu sudah terlanjur memasyarakat di dunia.
Karena yang diingat orang adalah akibatnya yang begitu menakutkan. Ia telah
menggetarkan dengkul Napoleon bersama pasukannya. Bahkan dalam Perang Dunia I,
prajurit Inggris yang mati karena digigit “nyamuk” malaria lebih banyak dari
yang mati karena tertembak peluruh musuh.
Tidak hanya sampai di situ, Sandosham (1965), salah satu
malarioligist ternama juga menggambarkan bahwa nyamuk dan malaria juga telah
mengalahkan banyak raja besar Romawi pada zaman Alexander the Great. Tidak
hanya prajurit dan raja, nyamuk dan malaria juga ikut membunuh para Paus, pemimpin
agama dan negara lainnnya serta tentunya jutaan umat manusia di seluruh muka
bumi.
Pengobatannya kini tak keliru, namun kekeliruan kita
mengelola lingkungan membuat nama itu tetap menghantui, karena ketidak mampuan
memberikan lingkungan yang bersih.
Sungguh yang terjadi, nama keliru untuk sebuah kekeliruan
kita mengelola lingkungan.
Tuhan itu Baik kepada Semua Orang
"Tuhan itu Baik kepada Semua
Orang."
Ucapan yang
menyejukan hati di sebuah iklan di dekat pintu selamat datang.
~Sendang Sono, Yogya, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)




