Showing posts with label Mungkin Lucu. Show all posts
Showing posts with label Mungkin Lucu. Show all posts

Thursday, 6 October 2011

Menanam Senjata




Seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Bunyinya: “Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yg mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?”

Anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. “Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana,” kata si anak dalam surat itu.

Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, dtg satu peleton tentara dari kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tsb.

Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya. “Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?”

Si anak kembali membalas surat tersebut, “Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jgn lupa ngucapin terima kasih sama mereka.”

Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan.

(sumber : Kitikkitik.com).

Bill Gates saat bertemu Tuhan




Diduga Bill Gates itu seorang Alien. Tehnologi Komputer sepantasnya hadir 100 tahun lagi, namun entah mengapa ia terdampar di jaman ini ini.

Namun, setelah sekian lama Bill Gates "mencerdasakan dunia," ia meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Ia mendapatkan dirinya berada di sebuah tempat api penyucian (dosa).

Tuhan berada di sana dan berkata, "Baiklah, Bill, Saya benar-benar bingung dengan panggilan ini. Saya tidak begitu yakin, apakah saya harus mengirimkan kamu ke neraka atau ke surga. Karena saya lihat, kamu sudah membantu masyarakat dengan meletakkan komputer di setiap rumah hampir di seluruh dunia dan software yang sangat menakjubkan itu. Akan saya perbuat sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Khusus untuk kasus ini, saya akan memberikan kebebasan kepadamu untuk memutuskan dimana kamu ingin tinggal."

Bill menjawab, "Baik, terima kasih Tuhan. Tapi apa bedanya antara surga dan neraka itu?

Tuhan berkata, "Saya mengijinkan kamu untuk mengunjungi keduanya dahulu supaya kamu lebih mudah mengambil keputusan".

"Oke. Kalau begitu, saya coba melihat neraka dulu." Kemudian Bill pergi ke neraka. Ternyata ia melihat bahwa neraka merupakan tempat yang sangat indah, bersih dengan pantai pasir putihnya disertai air yang bening. Dan terdapat ribuan wanita cantik yang berlarian, berenang, bermain air, tertawa riang gembira. Matahari pun bersinar cerah dengan suasana yang sejuk dan nyaman, sempurna sekali.

Bill tampak sangat senang. "Wow, luar biasa!!! Indah sekali di sana!!", katanya kepada Tuhan, "Kalau neraka saja seperti itu, saya ingin sekali melihat surga!"

"Baik," kata Tuhan. Segera mereka pergi ke surga untuk melihat suasana di sana. Bill melihat surga yang berada di tempat tinggi dengan diliputi awan2x. Berlaksa-laksa malaikat sedang bermain harpa dan bernyanyi.

Dia merasa damai melihat suasana di surga tapi dia tidak tampak bergairah seperti ketika melihat neraka.

Bill berfikir sejenak, dan akhirnya mengambil keputusan. "Hmm, saya pikir... saya akan betah tinggal di neraka, Tuhan." Dia berkata kepada Tuhan. "Baiklah, kalau begitu," jawab Tuhan, "sesuai dengan keinginanmu."

Kemudian Bill Gates pergi dan tinggal di neraka. Dua minggu kemudian, Tuhan ingin melihat keadaan sang Jutawan, Bill Gates, ini untuk memastikan keadaannya baik2x saja dan apa yang sedang dilakukan. Ketika Tuhan sampai di neraka, Ia menemukan Bill sedang berada di lorong yang gelap dan berteriak di tengah2x api yang menyala-nyala. Ia merasa terbakar dan tersiksa.

"Bagaimana keadaanmu, Bill?", Tuhan bertanya. Bill menjawab dengan suara yang berat, penuh penderitaan dan tak berpengharapan.

"Sangat mengerikan, Tuhan. Ini tidak sama seperti apa yang saya lihat kemarin. Dimana pantai berpasir putih, wanita2x cantik yang dulu ada di sini itu?? Apa yang terjadi Tuhan??"

Tuhan berkata, "Oh Itu kan hanya screen saver milik setan, Bill!"

Wednesday, 6 July 2011

Terpaksa Menggunakan Otak

Dengan bantuan PETUNJUK PEMAKAIAN seorang wanita selama berjam-jam mencoba merakit alat rumah tangga yang rumit, yang baru saja ia beli. Akhirnya ia menyerah dan membiarkan bagian-bagian alat itu terserak di meja dapur.

Bayangkan betapa ia terkejut ketika beberapa jam kemudian ia kembali dan menemukan alat itu sudah dirakit oleh pembantunya dan bekerja dengan sempurna.

"Bukan main, bagaimana engkau mengerjakannya?" serunya.

"Ah ibu, kalau orang tidak dapat membaca, dia terpaksa menggunakan otaknya," jawabnya tenang.

(DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ)

Sunday, 3 July 2011

Butet : Sir, do you like mie ?


Di tepi Danau Toba, si Butet berkenalan dengan seorang bule muda. Entah karena menghemat koceknya atau memang ingin merasakan masakan lokal, si Bule memesan makanan. Ia melahap Mie Bakso dengan lahapnya, ditemani tatapan Butet yang tak sedingin udara Toba di tepian danau ini. Butet ingin mencoba kemampuan bahasa Inggrisnya :  

Butet : Sir, do you like mie ? 

Bule : (agak kaget) well, yes offcourse. 

Butet : Enjoy mie, still hot you know... 

Bule : *pingsan*

Saturday, 12 February 2011

Dua Tas yang Melintasi Perbatasan (Israel-Palestina)

 
Seorang Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel – Palestina. Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya.

Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti, “Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?” 
 
“Pasir,” jawab Mahmud.

Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir di dalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.

Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentikan Mahmud dan bertanya, “Apa yang kamu bawa?” 
 
Mahmud menjawab, “Pasir.” Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.

Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya. Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.

“Hei, kamu yang suka bawa pasir,” tegur tentara Israel itu. “Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang kamu selundupkan. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?”

Mahmud menjawab dengan kalem, “SEPEDA!”
 
(Kita selalu curiga pada apa yang tersembunyi, padahal yang nyata-nyata terlihat tak pernah untuk dipikirkan. Kita selalu mencoba untuk berpikir besar, sementara perkara kecil pun kita lupa menuntaskannya) .

Sunday, 26 December 2010

Gus Dur : Minta Dijajah !

gus dur superman (http://budysukamto.com/blog/tag/superman)
Dalam sebuah seminar beberapa tahun lalu ketika Gus Dur masih hidup, beliau bercerita bahwa Belanda bukan sebuah negara yang besar, tidak punya modal, tidak punya pemikir-pemikir ulung, jadi mereka tidak memberikan kontribusi apapun kepada Indonesia, sebaliknya malah merampok habis-habisan.

Lain dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah Amerika. Negara-negara penjajah itu punya sesuatu yang diberikan kepada negara-negara jajahan mereka, misalnya kemampuan berbahasa Inggris, pendidikan, sistim hukum yang lebih teratur, dsb.

Nah, lalu ada pemikiran gila, supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada Indonesia.
Bagaimana caranya?
Kita nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika!
Lho, kenapa begitu?
Logikanya kita kan pasti kalah, jadi nanti akan dijajah lagi oleh Amerika dan Inggris.
Masalahnya sekarang, bukan kalau kita kalah…
Masalahnya, gimana kalau Indonesia yang menang???

Monday, 22 November 2010

Indahnya Persahabatan Pak Uztad dan Pak Pendeta

Seorang pendeta sedang melakukan perjalanan dengan bus. Karena bus telah nyaris penuh, Pak Pendeta mendapat tempat di bangku belakang, di dekat pintu masuk. Dalam posisi duduknya tersebut Pak Pendeta bisa memperhatikan setiap penumpang yang naik.

Di sebuah halte, bus berhenti. Naiklah seorang uztad. Seraya sedikit mengangkat bagian bawah sarungnya dan menapakkan salah satu kakinya ke tangga bus Pak Uztad berkata, "Bismillah...."

"Ehem!" Pak Pendeta mendehem. "Ini mah bis kota, bukan bismillah..."

Dengan hati mendongkol Pak Uztad masuk ke dalam bus. Tapi sepanjang perjalanan ia berpikir-pikir mencari cara untuk membalas Pak Pendeta.

Begitulah, ketika bus memasuki sebuah daerah, turunlah hujan lebat disertai petir sambar-menyambar.

"Glegar!" tiba-tiba terdengar bunyi petir yang sangat keras. Semua penumpang bus terkejut.

Dalam keterkejutannya Pak Pendeta berseru, "Haleluya!"

"Ehem!" Pak Uztad mendehem. "Itu mah halilintar, bukan haleluya...."

----------

Pak Uztad dan Pak Pendeta ternyata turun di tujuan yang sama. Hanya saja ketika itu hujan sedang turun dengan lebatnya dan jalanan banjir. Karena kasihan melihat Pak Pendeta yang memakai jubah panjang, maka Pak Uztad menggulung kain sarungya sampai ke lutut serta menawarkan untuk menggendong Pak Pendeta. Lalu berjalanlah Pak Uztad menuju teritisan sebuah toko dengan Pak Pendeta bergelayut di belakang punggungnya.

"Wuah, wuah, wuah," kata Pak Pendeta dengan tiba-tiba.

"Ada apa, Pak Pendeta?" tanya Pak Uztad dengan keheranan.

"Baru sekali ini pernah terjadi, ada pendeta naik haji...."

Pak Uztad diam saja seraya memusatkan perhatian untuk melangkah di air. Tapi karena air yang cukup tinggi dan keruh, Pak Uztad tidak menyadari bahwa satu kakinya terperosok ke sebuah selokan. Dia kehilangan keseimbangan dan-byur--terjatuhlah Pak Pendeta dari gendongannya ke air.

"Wuah, wuah, wuah," kata Pak Uztad.

"Ada apa, Pak Uztad?" tanya Pak Pendeta--yang sudah basah kuyup--dengan keheranan.

"Baru sekai ini pernah terjadi ada uztad membaptis pendeta"

---------

Kemudian mereka--sang pendeta dan uztad--melanjutkan perjalanan dengan kereta api malam. Mereka duduk bersehadapan dengan dengan seorang atheis, yang terlebih dulu ada di sana.

Di tengah perjalanan lampu listrik padam, ada sedikit gangguan tekhnis. Karena tak lama kemudian lampu kembali menyala, mereka bertiga pun lega.

Sang Pendeta membuka pembicaraan. "Uztad, apa yang Anda lakukan ketika lampu padam tadi?"

"Saya berdoa kepada Allah, memohon agar lampur segera menyala," kata Uztad. "Kalau Anda?"

"Sama. Saya juga berdoa kepada Tuhan saya agar kita lepas dari derita kegelapan. Dan terkabul!" jawab pendeta.

"Lalu apa yang Anda lakukan?" tanya Ustad dan Pendeta hampir serentak kepada Sang Atheis.

"Oh, saya tadi yang memperbaiki lampu," jawabnya.

Tuesday, 14 September 2010

Humor: Yang Paling Sadis


Ada 4 orang yang bersahabat saat kuliah dulu di Universitas Ngompasiana Ngotjoleria (UNN). Setelah 10 tahun tamat, mereka akhirnya bertemu untuk pertama kalinya. Sebuah reuni yang mungkin tak akbar. Tapi mereka bertemu di sebuah ruangan yang tak terduga, penjara bawah tanah Negeri Ngotjoleria. Mereka terpenjara bukan saja oleh kata-kata di Ngompasiana namun juga terpenjara untuk semua kejahatan yang mereka perbuat.

Di penjara, mereka saling bercerita tentang kehebatan dan kesangaran mereka.

Gipps Hura Hura berkata : wanita tak mungkin bisa masuk melewati jeruji penjara ini, namun andai kata kucing masuk ke sini, akan aku PERKOSA sampai MATI.

Di sebelah kirinya Syanz Tralili Tralala tak mau kalah, ia berkata : andai kucing masuk ke sini akan aku PERKOSA, selanjutnya akan aku kuliti, aku gantung ke empat kakinya agar dia TERSIKSA, hahahahaaaaaa mampus dia.

Di sebelah kanan, Ruji Celengan Gentong tertawa keras. Tawanya memenuhi ruangan, seakan semua dinding penuh dengan mukanya yang bulat. Dia bilang : andai kucing masuk ke sini, akan aku PERKOSA, lalu aku KULITI. Selanjutnya aku aku potong dia hidup-hidup. Aku MUTILASI dia hehhe.... Aku mulai dari memotong ekornya, dst.

Hawa kesadisan kian memenuhi ruangan, suara mereka bergema, padahal calon korban yang dimaksud hanyalah seekor kucing dalam wujud imaginasi. Suara mereka mengalahkan pahitnya tinta-tinta pena yang membuat banyak titik-titik tahi lalat di muka penguasa, hingga yang bersanggulpun diberi kumis Hitler.

Di sudut ruangan yang agak gelap, kawan keempat angkat bicara, tak panjang. Hanya sepotong kata. Namun mampu membuat ketiga lainnya berteriak ketakutan dan ingin muntah. Mereka berlari menuju jeruji dan minta tolong.

Yang ke empat bernama Arifs Bobo Siang hanya berkata : miawwwwwww.....

Sunday, 4 July 2010

Kisah BK : Pohon Sawo Berbuah Polisi

Di halaman Istana Yogyakarta yang luas, tumbuh beberapa pohon buah-buahan, antara lain mangga, jambu, kedondong, dan sawo. Kalau sedang panen buah-buahan, Ibu Fatmawati sering membagi-bagi buah-buahan itu.
Pada suatu hari, Bung Karno memergoki seorang anggota Polisi Pengawal Pribadi sedang berada di atas pohon sawo. Anggota polisi itu tahu kalau BK mendekati pohon sawo dan mengira tidak melihatnya. Saking ketakutannya, dia diam di atas pohon tanpa bergerak dengan harapan tak diketahui BK. Bung Karno sengaja tak mau melihat ke atas pohon sawo itu. Kepada polisi yang ada di dekatnya, ia berkata, “Itu buah sawonya kok tambah?”

Anggota pengawal yang diajak bicara kontan tertawa, pengawal yang ada di atas pohon pun ikut tertawa, tapi dengan nada ketakutan. Lalu Bung Karno berkata lagi, “Bapak ‘kan sudah bilang, biar buahnya tua dan matang dulu. Nanti kamu orang juga dibagi. Kalau kamu tidak sabar, pindahkan saja pohon sawo ini ke dekat asramamu itu ….”

Bung Karno kemudian meninggalkan pohon sawo itu. Setelah BK tidak kelihatan lagi, polisi yang ada di atas pohon baru berani turun. Kawan-kawannya pun mengejek, “Rasain.” Mulai saat itu, tidak ada lagi yang berani memanjat pohon buah-buahan.